Saat jalan balik ke kampus tiba-tiba kakakku minta lewat jalan memutar. "Lho mbak, ni kan tambah jauh..?!?". "Iya ga' papa tapi langsung sampe depan klinik". Oke deh.. aku muter... sampe di traffic light tiba-tiba kulihat polisi, berkumis tebal, kacamata hitam model "Asep Irama", pake motor dinas lewat di sampingku. Beberapa saat kemudian dia mengurangi kecepatan dan kembali ke belakangku. Beberapa detik kemudian dia menyuruhku untuk menepi.
Di pinggir jalan dia berkata "Mas, nomornya sudah mati". Kutengok ke belakang motor dan...
Anjriiit, bener udah mati, 03 07. Geblek...!! Udah hampir 2 bulan matinya. Padahal saat kucuci si motor ga' bilang kalo KTM (kartu tanda motor)nya mati (ya iya lah....Motor gitu looh...). Aku digiring ke warung kecil kemudian kita diskusi. "Semester berapa mas..?", "Kuliah di mana mas?" "Gimana kuliahnya? Lancar?". Scara dia polisi, mau nilang, ga; mungkin lah tanyanya kaya gitu. "Motornya kami tahan!!"
Maak... di tahan? Aduh, masa aku suruh kakakku dan si pasien kecil lanjutin perjalanan naek bemo? Mana masi jauh lagi...?! Akhirnya diskusi...,diskusi..., sambil ngopi, maen catur, kadang-kadang petak umpet(ga' mungkin lah... Pasti effek fatamorgana mempengaruhi otakku). Singkat kata, si polisi minta 150 rebu. "Hah...?! Pak itu bisa menghidupi seorang anak kost lebih dari 2 minggu pak!!!" Teriakku dalam hati. Terjadilah tawar menawar sengit. Kena lah Cepek' Ceng (100 rb). "Untung mas bawa anak kecil, makanya saya lepas kan". Hohoho... untung jidatmu...!! Justru gara-gara aku bawa anak kecil makanya aku mau bayar segitu biar ga ribet-ribet, cepet selesai. Kasian mereka udah kepanasan. Mau sidang gimana tar nebusnya? Mana plat nomornya luarkota lg. Cepe' Deeeh....
Tips:
- Setiap memandikan motor tanyain status KTM motorm pada si motor. Pastikan Masa berlakunya masih ada
- Hati-hati kalo ketemu polisi berkumis tebal, berkacamata hitam model "Asep Irama" (?!!!??)
- Patuhilah Savety Riding.

No comments:
Post a Comment